NASA Tangkap Pijar Api Matahari

SAN DIEGO (SI) – Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (AS) NASA berhasil menangkap gambar awan dan api menyemburat di sekeliling matahari.

Terpesona. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan siapa pun yang melihat pemandangan ini. Tidak aneh rasanya  jika keterpesonaan itu muncul, karena rekaman gambar ini  memang istimewa.

Dalam gambar tersebut, tampak gumpalan ion gas membentuk awan, kemudian melahirkan pijar api. Sekilas tampak seperti ledakan walau nyatanya tidak. Pemandangan menakjubkan inu merupakan hasil bidikan kamera Laboratorium Dinamika Matahari (SDO) milik NASA.

Bagi NASA, rekaman gambar tersebut seperti jembatan yang baru selesai dibangun. Selama ini, pengetahuan tentang aktivitas matahari diperoleh lewat buku dan dijabarkan secara detail oleh ahli perbintangan. Penulis buku dan astronom adalah jembatan yang baik.

Namun, manusia tetap membutuhkan jembatan yang lain. Mereka perlu jembatan alternatif yang membentang di rute yang lain. Rekaman gambar terbaru NASA adalah jawabannya. ”Kami ingin manusia mengetahui lebih banyak tentang aktivitas matahari,” papar juru bicara NASA.

Sebenarnya para ilmuwan sudah mengincar fenomena ini sejak lama. Bagai terobsesi, mereka mencermati setiap aktivitas matahari dan menyiagakan kamera sepanjang hari. Gumpalan awan gas dan pijar api di sekeliling matahari adalah pemandangan yang istimewa. Ketika aktivitas ini akhirnya berhasil direkam, tentu NASA puas.

”Sekarang pengetahuan kita tentang pusat tata surya semakin bertambah,” papar ilmuwan program SDO Lika Guhathakurta. Seperti penemuan dan hasil bidikan NASA yang sebelumnya, keberhasilan SDO kali ini langsung ditindaklanjuti ilmuwan NASA.

Sekarang mereka giat berargumen dan mengadakan penelitian lanjutan tentang aktivitas matahari. ”Kita memahami bentuk-bentuk aktivitas matahari, tetapi belum paham benar tentang prosesnya,” kata asisten investigator di Laboratorium Appleton Rutherford atau RAL,Richard Harrison.

Nah, rekaman gambar terbaru NASA memberikan penjelasan yang sebelumnya kurang dipahami masyarakat awam dan ilmuwan. Harrison ingin masyarakat awam dan ilmuwan belajar bersama. ”Jangan salah. Kami juga terus belajar,” imbuhnya.

Kamera SDO bisa disebut sebagai salah satu perangkat mutakhir NASA. Kamera yang satu ini memiliki resolusi 10 kali lebih baik dibandingkan kamera televisi. Kelebihan ini memberikan banyak peluang bagi SDO untuk membidik fenomena-fenomena yang selama ini kerap terlewatkan.

Setelah SDO, kini giliran Laboratorium Stratosfer untuk Astronomi Infrared atau SOIA milik NASA unjuk gigi.  Baru-baru ini, SOIA memperkenalkan pesawat Boeing 747-SP modifikasi yang disebut dengan Sofia. Apa itu Sofia?

Pesawat hasil kerja sama NASA dan Pusat Antariksa Jerman ini merupakan perangkat terbaru ilmuwan NASA untuk mengeksplorasi kosmos (semesta) dengan cara yang lebih mudah dan efektif. Sofia dilengkapi dengan teleskop 2,7 meter yang sanggup menembus objek yang memancarkan sinar inframerah.

Sofia adalah anak emas terbaru NASA. Mengapa? Karena Sofia memiliki teleskop mutakhir. Kemampuan teleskop Sofia hanya dimiliki beberapa teleskop buatan NASA. Itu pun jumlahnya sedikit. Jika hasil bidikan SDO dianggap sebagai jembatan, Sofia disebut- sebut sebagai jendela semesta. Sofia adalah mimpi besar NASA. Mimpi ini menggantung selama bertahun-tahun.

Sebelum pembuatan Sofia dimulai, pesawat ini hanya sebuah desain gambar yang dilengkapi dengan perhitungan angka tertentu. Pengerjaan Sofia akhirnya sungguh-sungguh dimulai. Pesawat ini diselesaikan dalam waktu lebih dari satu dekade.

Setelah proses pengerjaan selesai, Sofia diparkir di Fasilitas Operasi Pesawat Terbang Dryden milik NASA. Lokasinya berada di kawasan gurun pasir di dekat California.

Kini si pesawat cantik siap terbang. Sofia bisa mengangkasa hingga ketinggian maksimal 13.716 meter. Artinya, Sofia bisa mengudara 90% di atas gumpalan uap air yang menyerap radiasi dari luar angkasa.

Dari ketinggian belasan ribu meter tersebut, Sofia akan ”membuka” jendela menuju semesta.Pesawat ini akan mempertajam gambar- gambar semesta yang selama ini kabur dan tidak mampu ditembus. (BBC/anastasia ika)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s