27

catatan samsung omnia

saturday. january 1, 2011

around 3:17 a.m

“Tuhan, saya ingin bertanya.”

“Tadi kan sudah saya bilang. Titik. Tidak ada koma.”

Ada dua versi lanjutan dari percakapan di atas. Pertama, si penanya terus memaksa untuk bisa bertanya. Sementara, Tuhan teguh dengan jawabannya. Kedua, penanya mundur dari apa yang mau ditanyakan, karena tahu jawaban tidak bakal diberikan.

Saat ini saya sedang merasakan berada di atas pilihan kedua. Diam dan perlahan menyimpan kembali hal-hal yang awalnya ingin ditanyakan. Kondisi itu rasanya tidak cuma berlaku dalam hubungan manusia dan Tuhan, atau dalam istilah bahasa asingnya  “manunggaling kawula lan gusti”.

Dengan sesama pun barangkali seperti itu. Ada saatnya bicara, karena merasa butuh untuk meluapkan yang dipendam. Tapi ada pula masa untuk membiarkan telinga melakukan tugas terbaiknya, yakni mendengar.

Lebih banyak mendengar ketimbang memberi respons lewat tutur bukan berarti tidak mau tahu atau enggan berpikir. Perlu untuk mendengar, karena……………………………… (mampet. berkabut)

____________________

Baru saja memasuki 27. Usia yang (entah kenapa) saya nantikan sejak bertahun-tahun lalu.

Selamat tahun baru, semuanya. Semoga setiap rencana berjalan baik. Semoga semua bahagia.

Bersulang… untuk tawa, tangis, kecewa, marah, pedih yang dipinjamkan tahun lalu… dan akan datang lagi pada hari-hari mendatang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s