…#3

Menjadi egois itu mudah. Saking mudahnya, banyak yang kerap terbelit dalam lingkaran ego, termasuk saya. Terlalu egois, malah. Sampai-sampai sering lupa, ada yang harus diendapkan; diredam; atau mungkin dilenyapkan selama sekian waktu.

Sering saya banyak bicara, mencurahkan apa yang dirasa. Namun lupa, ada seseorang atau mungkin beberapa teman di sekitar saya yang dengan sabarnya mendengarkan, meski mereka sedang kesulitan, sedih atau bertatih-tatih. Saya yang terlalu egois. Saya yang terlalu sering ingin didengar, tapi enggan mendengarkan.

Saya yang terus bicara dan pada akhirnya lupa bahwa sesama di sekitar juga perlu orang lain untuk menemani kesedihan mereka. Saya terlalu egois. Saya masih terlalu egois. Maka jangan terkejut kalau pertanyaan “Kapan menikah?” akan mendapat jawaban “Saya baik-baik.”

-hasil bercakap-cakap dengan seorang teman, yang juga perempuan, beberapa tahun lalu.

Catatan:

Teman yang saya sayang itu juga baik-baik. Tetap menjalani, menikmati warna-warni hidup serta menyayangi orang-orang di sekitar dengan caranya sendiri. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s